Bersihkan karpet secara rutin, dengan vacuum cleaner dan cuci minimal setahun sekali. Cuci karpet. Untuk mendapatkan karpet yang bersih luar-dalam, dengan menyewa jasa pencucian karpet, mencuci sendiri dengan pembersih karpet atau menggunakan mesin pencuci karpet. Bila Anda ingin membersihkan sendiri karpet tersebut, semprotkan cairan pembersih dalam satu arah. Sikat dengan spons basah. Setelah mengering, bersihkan sisanya dengan vacuum cleaner. Sebelum menggunakan pembersih karpet sebaiknya cobalah pada suatu area karpet untuk meyakinkan bahwa zat pembersih tersebut tak merusak warna karpet.
Ubah posisi karpet atau furniture di atasnya secara periodik. Agar tidak bosan dilihat dan menampilkan kesan yang berbeda.
Hindarkan karpet dari sinar matahari langsung agar warnanya tak memudar. Jika memungkinkan, tutup karpet dengan kain saat matahari bersinar terik.Agar karpet tetap wangi, taburkan baking soda di atas karpet, tunggu selama 30 menit, baru kemudian bersihkan dengan vacuum cleaner. Untuk keharuman yang lebih tajam, bilas karpet dengan campuran cuka dan air dengan perbandingan 20-80. Sedangkan untuk noda yang melekat pada karpet, sebisa mungkin segera bersihkan noda tersebut dengan kain putih. Makin lama noda tersebut menempel pada karpet, makin sulit dibersihkan.
Karpet baru biasanya mengeluarkan bau yang kadang mengakibatkan iritasi mata dan pusing pada sebagian orang. Untuk itu saat membeli karpet mintalah pada si penjual untuk mengangin-anginkan dulu karpet tersebut. Sebaiknya, biarkan jendela terbuka dan tutup ruangan sekitar 72 jam setelah pemasangan karpet.
Simpanlah koleksi karpet di tempat kering. Jika lembap karpet bisa rusak atau bolong-bolong. Jaga dari serangan serangga dan tikus.
Karpet dengan bentuk bundar untuk meja bundar biasanya di letakkan di foyer di tengah ruangan.Karpet dengan bentuk persegi untuk di ruangan dengan sofa dan kursi tamu atau di bawah meja makan.
Model karpet yang saat ini sedang digandrungi adalah karpet dari bulu binatang. (Atus Zahar)
( Feng Shui ) Karpet Cerminkan Energi Ruangan08-09-2007 oleh : www.batubata.comFeng shui lantai rumah berhubungan erat dengan fondasi hidup Anda. Prinsip itu memiliki konotasi feng shui. Sehubungan dengan dekorasi interior pribadi, ada beberapa aturan dasar tentang karpet yang bisa dipadukan dengan dekorasi rumah.Pertama, biarkan karpet Anda menyatu dengan unsur ruangan tempat beradanya karpet itu. Itu bergantung pada sudut arah kompas ruangan tempat karpet itu. Unsur pengatur membantu Anda memilikih warna, bentuk dan kombinasinya untuk karpet Anda.Kedua, kecuali karpet dinding ke dinding, biarkan karpet mencerminkan bentuk umum ruangan sehingga dapat menciptakan keseimbangan dan harmoni.Ketiga, jangan memiliki karpet yang memiliki pola dan desain ramai. Itu akan membingungkan energi. Karpet yang memiliki detail halus dan indah, misalnya, karpet Persia, tidak disarankan karena termasuk dalam kategori itu. Desain abstrak dapat menciptakan kepastian yang pada gilirannya dapat menciptakan masalah.Akhirnya, jangan menempatkan karpet di dinding. Objek yang biasanya di hubungkan dengan dasar lebih baik jika ditempatkan di dasar. Petunjuk itu khususnya penting diperhatikan bila banyak orang telah menginjak karpet yang indah itu di toko.Jika karpet itu adalah karya seni antik yang sejarahnya tidak Anda ketahui, Anda perlu lebih berhati-hati. Menggantungkan karpet seperti itu di dinding atau memberi tempat kehormatan baginya di ruang tamu dapat membawa vibrasi negatif ke dalam rumah. Jadi, berhati-hatilah! Hal lain yang harus diperhatikan terkait dengan fondasi rumah adalah lantai.Hindari lantai bertingkat di dalam rumah, karena dapat menyebabkan masalah, terutama kepala keluarga. Energi tidak stabil yang ada dapat menyebabkan kesialan dan kemalangan berbeda. Jika Anda tinggal dalam rumah berlantai ganda dan Anda tidak dapat pindah, Anda perlu menciptakan energi dasar untuk menstabilkan lingkungan meresahkan yang ada.Perbaikan yang bisa Anda lakukan adalah dengan membawa banyak tanamaan dekorasi ke dalam rumah. Itu akan meningkatan kekuatan chi kayu karena energi kayu mengendalikan energi tanah. Hal itu memastikan lingkungan yang lebih stabil dan membumi di dalam rumah. Selain itu, tanaman dekorasi akan melambangkan pengiriman akar ke dalam tanah dan menciptakan kestabilan untuk feng shui rumah.Perbaikan itu adalah cara terbaik untuk mengatasi energi dasar yang tidak stabil yang dihasilkan oleh lantai bertingkat bertingkat. Selalu ingat bahwa tingkat terbawah harus digunakan untuk ruang tamu, sedangkan yang lebih tinggi harus digunakan untuk ruang makan.
Di zaman modern ini, karpet tak lagi dibuat hanya dengan tangan. Banyak karpet yang dibuat dengan mesin. Keduanya antara lain dibedakan dari tingkat harga, kualitas, dan motif.
Karpet yang dibuat dengan tangan atau hand-made memiliki harga lebih mahal dibanding karpet yang dibuat dengan mesin. Kualitas boleh dikata setara, tapi umumnya berbeda kekuatan rajutannya. Karpet pabrikasi relatif lebih kuat. Soal motif, karpet hand-made tak pernah memiliki motif yang sama persis.
Motif menjadi sosok karpet yang paling mudah dikenali. Secara umum, motif karpet dibedakan dua jenis: klasik dan modern. Motif klasik biasanya memiliki banyak hiasan. Konkretnya, motif klasik ini mirip-mirip karpet Persia. Sementara motif modern terlihat lebih sederhana. Biasanya merupakan perpaduan garis dan warna yang lebih tegas.Ketika berbicara tentang karpet, orang lebih sering melihatnya dari ukuran ketebalan. Rata-rata orang mencari karpet yang tebal karena terasa lebih empuk ketimbang yang tipis. Tebal tipis karpet ini ada karena perbedaan material dan strukturnya.
Gianto Trisno, pemilik Aristocrat Furniture Carpet Accessories, mengatakan bahwa tebal tipis karpet itu ada karena proses pembuatannya. Ia menyebutkan ada beberapa teknik pembuatan, antara lain loop, heat set, dan falt woofen. "Teknik-teknik ini menghasilkan karpet dengan berbagai kualitas dan ketebalan," katanya. Contoh, dengan teknik heat set, kita dapat menghasilkan karpet shagy (berbulu gimbal) dan standar.
Dari sisi yang lain, menurut Prapanca Muchtar, desainer interior yang juga Direktur Q Space, ditinjau dari konstruksinya, karpet terbagi menjadi dua bagian, ada yang tufted (berumbai) dan dianyam. Umumnya orang menggunakan karpet dengan konstruksi berumbai karena karpet ini empuk ketika diinjak.
Soal material, ada lima jenis yang tersedia, yakni sutera, wol, nilon, polipropeline, dan kulit. Bahan sutera bisa dibilang paling mahal dari semua bahan pembentuk karpet lainnya. Itu karena sutera memiliki kelebihan dari segi bahannya, yakni halus dan warnanya kuat. Karena sangat mahal, maka karpet jenis ini hanya digunakan pada ruang-ruang tertentu dan cuma menjadi aksen. Harganya bisa mencapai ratusan juta rupiah.
Material pembentuk yang tak kalah bagus adalah wol. Benang material ini kuat, warnanya cerah, dan ketahanan warnanya tinggi. Diinjak pun karpet jenis ini begitu nyaman. Namun karpet jenis ini terbilang mahal.Kelas di bawahnya adalah nilon. Karpet dengan bahan ini cukup baik jika ruang itu sering terkena kotoran. Umumnya, kotoran tidak dapat melekat pada bahan nilon, sehingga ketika dibersihkan dengan vacuum cleaner, kotoran akan mudah terisap atau terangkat. Kelebihan lain dari karpet ini, bulu-bulunya yang berdiri juga tidak mudah jatuh. Karpet pun selalu terasa empuk. Dengan bahan nilon, warna karpet akan terlihat cerah, maka sering digunakan pada area publik di rumah.
Jika ingin karpet dengan harga yang lebih terjangkau, tak salah jika pilihan Anda pada karpet dengan bahan polipropeline. "Harga karpet dengan bahan ini bisa setengahnya dari harga karpet berbahan nilon," ungkap Prapanca. Walau tak mahal, karpet ini terbilang cukup kuat. Kelemahannya, benang pembentuk karpet mudah jatuh dan warnanya gampang memudar. Karpet pun cepat "menangkap" debu.
Karpet jenis lainnya adalah dari bahan kulit. Kelembutan kulit dan ekslusivitas materialnya, membuat karpet jenis ini terbilang mahal. Apalagi sekarang ada tren karpet dengan banyak bulu. Namun karpet jenis ini mudah terkena debu, dan cukup sulit untuk mengangkat debu tersebut. Untuk itu, karpet jenis ini sebaiknya ditempatkan di area semipublik dan area privat.